Anak tentu memiliki pengalaman menggambar yang berbeda saat menggunakan pensil di atas kertas dibandingkan dengan digital art. Di mana menggambar dengan pensil tidak memiliki tombol undo, sehingga terasa jauh lebih tricky. Butuh trik tersendiri untuk memperbaiki gambar yang salah tanpa merusak atau mengotori kertas. Enggak heran kalau situasi ini sering kali bikin anak frustrasi karena gagal menggambar sesuatu.
Nah, Parents enggak perlu bingung saat ingin membantu anak memperbaiki gambarnya, karena banyak hal yang bisa Parents, lho! Yuk, bantu anak perbaiki karyanya dengan melakukan langkah-langkah berikut ini!
A. Cara Dukung Anak Memperbaiki GambarnyaSaat gambar anak gagal, ajak anak untuk berhenti sejenak dan mencari tahu bagian mana yang hasilnya kurang memuaskan. Apakah bentuk objeknya kurang proporsional? Ukuran tidak seimbang? Pencahayaan yang belum konsisten? Atau pemilihan warna yang kurang tepat? Dengan mengetahui penyebabnya, anak akan lebih mudah belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.
Setelah Parents menemukan letak kesalahan anak dalam menggambar, bantu anak menentukan apakah kesalahan tersebut masih bisa diperbaiki atau tidak, karena enggak semua gambar harus diulang dari awal. Kesalahan kecil atau aspek minor biasanya masih bisa disiasati dengan mudah. Namun, jika kesalahan terjadi sejak tahap awal, seperti komposisi atau proporsi keseluruhan yang kurang tepat, memulai kembali dengan kertas baru justru bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.
Nah, kalau Parents mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kesalahan gambar dan menentukan apakah karya anak masih bisa diselamatkan atau tidak, sudah saatnya mengajak anak ikut les gambar di Brush Studio! Karena di Brush Studio, para Coach kami tak hanya memberikan feedback kepada anak secara langsung, tetapi juga akan memberikan laporan hasil peningkatan skill gambar anak kepada orangtua. Jadi, Parents tetap bisa memantau laju perkembangan anak.
Baca Juga: 6 Tips Memilih tempat Les Gambar Anak yang Cocok, Ortu Wajib Tahu!

Jika gambar masih bisa diselamatkan dari kesalahan kecil, ajak anak menyusun rencana matang sebelum kembali menggambar. Hindari menghapus atau menambahkan garis secara asal karena justru bisa membuat gambar semakin membingungkan. Ingat, setiap goresan baru bisa membuat gambar menjadi lebih baik atau justru memperburuk keadaan. Ajarkan anak untuk berhati-hati dan berpikir sebelum bertindak.
Bila terdapat beberapa kesalahan minor dalam satu gambar, Parents enggak perlu mengoreksi semua kesalahan sekaligus. Pilih satu aspek yang paling penting agar anak enggak merasa kewalahan. Cara ini juga membantu anak belajar secara bertahap dan lebih percaya diri.
5. Beri Anak Waktu Beristirahat dan Menjauh SejenakTerkadang anak masih merasa frustrasi dan enggan menyentuh gambarnya yang dirasa gagal. Kalau seperti ini enggak perlu dipaksa. Menjauh sejenak dan beristirahat dari menggambar selama beberapa jam atau hari dapat membantu anak melihat gambar dengan perspektif yang lebih fresh. Menaruh karya tersebut di tempat yang mudah dilihat juga bisa membantu alam bawah sadar menemukan solusi kreatif, bahkan motivasi untuk mengerjakannya kembali.
Baca Juga: Kapan Anak Butuh Les Gambar Private? Ini 5 Tandanya!
Salah satu cara kreatif yang bisa dilakukan saat anak membuat kesalahan dalam karyanya adalah dengan memotret atau membalikkan kertas gambar anak, lalu melihat hasilnya dari jauh. Hal ini akan membantu mata fokus pada bentuk serta gradasi warna yang lebih besar, bukan pada wujud objeknya, termasuk mempermudah kita melihat kejanggalan komposisi pada gambar.
Baca Juga: 12 Tips Mengatasi Art Block saat Menggambar, Anti-stuck!

Jika gambar secara keseluruhan enggak bisa diselamatkan, tetapi ada bagian kecil yang terlihat bagus, gunting saja bagian tersebut! Potong menjadi karya mini yang menawan, lalu tempelkan pada bingkai kecil sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras anak.
Bila bagian belakang kertas gambar yang salah masih kosong, ajak anak menggunakan area tersebut untuk berlatih membuat garis, bentuk dasar, teknik arsir, hingga bereksperimen dengan teknik dan alat baru. Dengan begitu, anak tetap mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa harus membuang media gambar.
9. Ajak Anak "Menemukan" Bentuk BaruJika gambar telanjur rusak, enggak ada salahnya membiarkan anak mencoret-coret kertas tersebut, lalu tantang anak untuk menemukan dan menggali bentuk hewan atau objek baru dari ketidaksengajaan coretan yang ada.
Baca Juga: 5 Tips Melatih Anak Menggambar di Rumah, Parents Bisa Coba!
Jangan langsung membuang gambar yang dianggap gagal. Simpan hasil gambar yang gagal dan tunggu hingga beberapa bulan kemudian. Saat skill gambar anak sudah jauh berkembang, Parents bisa mengajak anak sedikit bernostalgia dan membandingkan hasil karya lamanya dengan karya terbaru agar anak menyadari peningkatan skill-nya.

Bila anak memang perlu menggambar kembali dari awal, berikan pemahaman kepada anak bahwa mengulang adalah bagian dari proses belajar gambar. Bahkan ilustrator profesional pun sering membuat beberapa sketsa sebelum menghasilkan karya terbaiknya.
Baca Juga: Belajar Gambar Otodidak vs Ikut Kelas, Mana yang Bikin Cepat Jago?
Terakhir yang enggak kalah penting adalah menghargai usaha anak saat mencoba teknik baru, memperbaiki kesalahan, atau menyelesaikan gambar hingga akhir. Apresiasi terhadap proses akan membantu membangun rasa percaya diri dan membuat anak lebih berani bereksplorasi.
Menghadapi momen saat anak merasa gagal menggambar memang membutuhkan kesabaran ekstra. Parents tentu ingin anak terus mengembangkan kemampuan menggambarnya.
Nah, daripada Parents bingung memberikan masukan untuk gambar anak, daftarkan saja anak Parents ke Illustration Class dari Brush Studio! Di kelas ini, anak akan dibimbing oleh Coaches profesional yang akan mengarahkan anak sesuai minat dan kebutuhannya. Jadi, tunggu apa lagi? Klik WhatsApp sekarang dan dapatkan Free Trial Class!
Redaksi: Tim Brush Studio
Sumber: