Siapa orangtua yang enggak senang melihat anaknya menekuni hobi menggambar? Menggambar memang memiliki banyak manfaat untuk anak. Namun, akan ada kalanya anak merasa lelah, bosan, dan enggak lagi menikmati aktivitas menggambar.
Enggak jarang Brush Studio mendapat pertanyaan dari para orangtua, kapan anak perlu istirahat menggambar? Dan bagaimana cara agar art break enggak bikin anak jadi malas untuk kembali ke kebiasaan menggambarnya? Nah, Brush Studio akan merangkum jawabannya melalui artikel berikut ini!
A. Kenapa Anak Perlu Istirahat Menggambar?Sering kali ide terbaik justru muncul ketika anak sedang enggak berhadapan dengan karyanya. Saat tubuh rileks, otak tetap memproses berbagai pengalaman sehingga anak dapat menemukan inspirasi baru ketika kembali menggambar.
Baca Juga: 5 Alasan Ortu Perlu Dukung Minat Gambar Anak Lebih dari Sekadar Hobi!

Saat anak mulai merasa menggambar adalah sebuah keharusan, bukan karena ingin, mereka enggak akan lagi berkarya dengan gembira. Anak akan menganggap menggambar sebagai tugas yang harus diselesaikan, sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Bila Parents melihat anak terus-menerus mengutak-atik detail kecil menggunakan kuas atau pensil secara berulang hingga melewatkan jam makan, minum, atau jam istirahat yang semestinya, Parents sebaiknya mengajak anak beristirahat terlebih dahulu.
Parents pernah melihat anak terus menatap kertas atau kanvas kosong? Ini adalah salah satu pertanda art block, di mana anak kesulitan menentukan apa yang ingin ia gambar. Jadi, enggak ada salahnya untuk mengajak anak mengisi ulang energi mereka terlebih dulu.
Ketika anak jadi mudah kesal, terlalu kritis terhadap hasil karyanya, atau bahkan merasa gambarnya enggak cukup bagus, ini adalah saatnya bagi Parents untuk mengajak anak menjauh sebentar dari aktivitas menggambar.
Baca Juga: 10 Cara Dukung Anak Belajar Gambar, Tak Hanya Memuji!
C. Tips Mengajak Anak Istirahat MenggambarAjaklah anak keluar rumah dengan berjalan santai, berpiknik, berolahraga, bermain, atau mencoba aktivitas baru yang menyenangkan. Beraktivitas di luar ruangan dan melihat alam dapat membuat pikiran anak jauh lebih fresh sekaligus baik untuk memori visual mereka.
Enggak ada salahnya menjadwalkan satu hari khusus tanpa menggambar untuk anak. Biarkan anak menikmati waktu tanpa memikirkan karyanya. Jadwal istirahat yang teratur ini justru akan membantu anak memisahkan waktu persiapan dan pengembangan ide dari waktu produksi, sekaligus mengajarkan anak pentingnya batasan waktu bermain yang sehat.
Di samping jadwal khusus tanpa menggambar, sediakan juga waktu khusus di mana anak bebas berkarya tanpa tuntutan hasil, penilaian, atau target untuk diperlihatkan kepada orang lain. Biarkan anak bersenang-senang, bereksperimen, dan bereksplorasi dengan imajinasinya tanpa memikirkan kesempurnaan.
Bila anak mulai jenuh dengan pensil warna atau krayon, ajak mereka mencoba alat dan media baru, seperti cat air dan kanvas. Mengganti alat dan media akan mengaktifkan kembali mode bermain dan menurunkan tingkat stres pada diri mereka.
Parents bisa membuat titik-titik secara acak dan intuitif di atas kertas kosong, lalu ajak anak menghubungkan titik-titik tersebut secara perlahan menggunakan spidol atau kuas sambil mengatur napas dengan sadar. Aktivitas sederhana ini bisa membantu anak lebih tenang dan stabil dalam mengatur emosi. Biarkan otak anak benar-benar beristirahat, termasuk menjauh dari gadget dalam waktu lama.
Baca Juga: 5 Tips Melatih Anak Menggambar di Rumah, Parents Bisa Coba!
D. Cara Mengembalikan Kebiasaan Anak Menggambar setelah Art Break Setelah semangat dan antusiasme si kecil kembali pulih, Parents enggak perlu terburu-buru meminta anak kembali membuat karya yang sulit. Parents dapat membantu anak kembali beradaptasi dengan rutinitas menggambar secara bertahap. Mulailah dari aktivitas sederhana seperti mengajak anak membuat sketsa ringan dan cepat, pemanasan gesture drawing, mewarnai, atau menyelesaikan gambar lama yang belum selesai.
Luangkan waktu juga untuk mengobrol dan membicarakan pengalaman anak selama beristirahat. Siapa tahu mereka menemukan ide baru dan tema yang menarik yang ingin mereka tuangkan dalam gambar saat ini.
Ingatlah bahwa kehidupan anak jauh lebih luas daripada sekadar karya seninya. Dengan memberikan ruang untuk istirahat menggambar yang seimbang, Parents sedang membantu anak menjadi lebih kreatif dengan pikiran yang tumbuh lebih kuat, matang, dan tajam.
Bila Parents ingin anak berlatih menggambar secara teratur dan terstruktur dengan bimbingan yang tepat sekaligus tetap menyenangkan, yuk bergabung di kelas ilustrasi Brush Studio. Di sini, anak akan diajarkan oleh para Coach ahli sesuai tahapan usia serta minat dan kebutuhan mereka. Tentunya, dengan ikut les gambar di Brush Studio akan memudahkan Parents menjaga keseimbangan waktu antara latihan dan istirahat menggambar anak.
Segera klik WhatsApp sekarang dan dapatkan Free Trial Class!
Redaksi: Tim Brush Studio
Sumber: