Enggak ada orangtua yang enggak sedih saat melihat anak kehilangan minat pada hobinya menggambar. Parents pasti juga bingung dan enggak tahu harus melakukan apa agar anak kembali bersemangat menggambar seperti dulu.
Brush Studio memahami bahwa ada banyak alasan mengapa seorang anak memilih berhenti menggambar. Ada yang merasa menggambar bukanlah passion-nya hingga memutuskan untuk menjadikan menggambar sebatas hobi saja. Namun, orangtua mungkin perlu memahami alasan anak berhenti menggambar dan apakah masih ada cara mengatasinya? Nah, untuk mengetahui jawabannya, simak artikel berikut ini!
A. Alasan Anak Berhenti MenggambarSekitar usia 9–12 tahun, banyak anak mulai menyadari bahwa hasil gambar mereka belum sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Mereka sudah mampu melihat proporsi, bentuk, atau bayangan dengan lebih baik, tapi kemampuan tangan mereka belum berkembang secepat pengamatannya. Akibatnya, anak menjadi mudah kecewa dan kehilangan percaya diri.
Sebagian anak masih percaya bahwa kemampuan menggambar adalah bakat bawaan. Ketika mereka merasa kesulitan, mereka langsung menyimpulkan bahwa mereka memang enggak berbakat. Pola pikir seperti ini bila dibiarkan bisa membuat anak lebih memilih berhenti daripada terus belajar dan menghadapi kegagalan.
Lingkungan juga berpengaruh besar terhadap minat anak menggambar. Saat melihat teman yang dianggap lebih mahir, anak bisa merasa minder atau malu menunjukkan hasil karyanya. Lama-kelamaan, mereka memilih menjauh dari aktivitas menggambar agar enggak merasa kalah.
Baca Juga: Kapan Anak Butuh Les Gambar Private? Ini 5 Tandanya!

Bantu anak memahami bahwa kemampuan menggambar berkembang melalui latihan, bukan hanya karena bakat. Ceritakan bahwa bahkan ilustrator profesional pun pernah membuat gambar yang jauh dari sempurna. Dengan begitu, anak akan lebih berani mencoba dan enggak mudah menyerah ketika menemui kesulitan.
Parents, cobalah memberi apresiasi pada usaha yang dilakukan anak, misalnya, "Wah, kamu sabar banget, ya, bikin detail di gambar ini." Seperti yang sering Brush Studio lakukan.
Pujian seperti ini membantu anak menyadari bahwa kerja keras dan konsistensi lebih penting daripada hasil yang sempurna. Mereka pun akan lebih termotivasi untuk terus belajar.
Baca Juga: 10 Cara Dukung Anak Belajar Gambar, Tak Hanya Memuji!
Ajaklah anak kembali memulai dari latihan sederhana, seperti menggambar benda di sekitar rumah, membuat karakter favorit, atau menyalin bentuk dasar. Ketika anak berhasil menyelesaikan tantangan kecil, rasa percaya dirinya akan tumbuh sedikit demi sedikit.
Pastikan juga anak menggunakan alat gambar yang nyaman dipakai, seperti pensil berkualitas, penghapus yang baik, dan buku gambar dengan kertas yang cukup tebal. Peralatan yang mendukung dapat membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Nah, kalau Parents kehabisan ide bagaimana mengembalikan semangat menggambar anak, mengajak anak ikut kelas menggambar di Brush Studio juga bisa menjadi pilihan. Dengan bimbingan Coaches berpengalaman, anak bisa meningkatkan skill menggambarnya sekaligus mendapat masukan yang membangun tanpa harus terus membandingkan diri dengan orang lain.
Di kelas ilustrasi anak Brush Studio, anak akan belajar menggambar dalam lingkungan yang positif dan menyenangkan melalui kelas gambar yang dirancang sesuai usia dan tahap perkembangan anak agar mereka kembali percaya diri dalam berkarya. Jadi, yuk, bersama-sama dukung buah hati Parents lebih percaya diri dengan skill menggambarnya!
Klik WhatsApp sekarang dan dapatkan Free Trial Class!
Redaksi: Tim Brush Studio
Sumber: