Menjadi orangtua di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang ini seringkali harus dihadapkan dengan rasa bimbang mengenai kapan waktu yang tepat untuk memperbolehkan anak mempelajari teknologi. Bahkan, Brush Studio tak jarang menemukan orangtua yang masih merasa ragu untuk memperbolehkan anaknya belajar digital art. Biasanya, orangtua khawatir anak akan kecanduan gadget hingga merusak kesehatan fisik, mental, maupun mengganggu kemampuan sosial anak. Padahal, sebenarnya digital art punya banyak manfaat dan justru harus dikenalkan sejak dini lho, parents! Kenapa sih anak harus belajar digital art sejak dini? Apa saja manfaatnya? Dan kapan waktu yang tepat bagi anak untuk belajar digital art? Brush Studio akan menjawabnya melalui artikel berikut ini!
Digital art merupakan segala jenis seni yang tercipta melalui aplikasi dan perangkat digital, mulai dari smartphone, tablet, hingga komputer grafis yang memungkinkan anak-anak bebas berkreasi. Melalui aplikasi yang ada di berbagai perangkat digital tersebut, anak-anak dapat membuat ilustrasi, animasi, desain grafis, maupun gambar 3D. Selain itu, digital art juga lebih mudah dicetak dalam buku, komik, majalah, poster, serta barang-barang merchandise. Namun sama seperti menggambar tradisional, digital art juga memiliki banyak manfaat untuk anak dan lebih dari sekadar menggambar melalui layar lho! Lantas, mengapa anak perlu belajar digital art? Dan apa saja manfaat belajar digital art untuk anak? Simak terus artikel Brush Studio ini ya!
Tentunya parents ingin anak adaptif dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, kan? Nah, belajar digital art sejak dini adalah salah satu caranya. Melalui digital art, anak akan lebih terbiasa dalam menggunakan perangkat lunak maupun keras di masa depan. Apalagi, skill digital art anak dapat membantunya dalam berkarier maupun jenjang pendidikannya kelak. Di mana saat ini sudah banyak peluang karier di industri kreatif, baik sebagai illustrator maupun graphic designer.
Selain itu, digital art juga dapat menjadi media berlatih anak agar konsisten menggambar setiap hari tanpa takut salah. Hal ini karena digital art memudahkan anak dalam memodifikasi dan menghasilkan karya secara cepat dan mudah kapanpun dan dimana pun.
Berdasarkan pengalaman Brush Studio selama ini, anak yang sudah menguasai teknik menggambar tradisional biasanya suatu hari ingin mencoba digital art sebagai tantangan baru. Nah, dengan belajar digital art, anak dapat bereksperimen secara bebas dengan tools yang tersedia. Alhasil, digital art akan meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas anak dalam mengekspresikan dirinya.
Parents tak perlu khawatir digital art dapat menghambat keterampilan motorik dan koordinasi anak, karena keterampilan tersebut tetap dapat dilatih dengan menggunakan stylus maupun jari pada layar sentuh. Apalagi, anak tetap butuh fokus dan ketelitian dalam membuat titik atau garis dengan tepat di layar.
Saat ini banyak platform digital yang memungkinkan anak-anak saling berkolaborasi dalam menghasilkan karya. Karena itulah, digital art dapat melatih kemampuan komunikasi dan kerjasama anak dengan menuangkan ide, berbagi tugas, hingga menerima kritik dan saran dari satu sama lain. Seperti contoh gambar berikut ini yang merupakan hasil kolaborasi coach Ario dan coach Vanda nih, Brushers.
Sama seperti menggambar tradisional, digital art juga dapat melatih logika, geometri, pemecahan masalah, teori warna, hingga meningkatkan kemampuan visual spasial pada anak. Namun bedanya, digital art memberikan sudut pandang baru. Dengan beragam pilihan bentuk, warna, dan ukuran yang tersedia dalam digital art, anak pun akan belajar untuk membuat keputusan.
Baca Juga: Alasan Kenapa Kamu Perlu Belajar Gambar, Banyak Manfaatnya!
Tahukah parents kalau ternyata belajar digital art justru meningkatkan apresiasi anak terhadap gambar tradisional lho! Ini karena anak-anak akan jadi lebih menghargai tingkat kesulitan proses, teknik, dan keunikan dari gambar tradisional. Dengan arahan yang tepat, anak akan menyadari bahwa menggambar tradisional dan digital art dapat saling melengkapi.
Sebenarnya, berdasarkan pengalaman Brush Studio selama ini, waktu yang tepat untuk belajar digital art bagi setiap anak berbeda-beda, sesuai dengan kecepatan perkembangannya. Namun, menurut Jean Piaget dalam sudut pandang psikologi perkembangan, pada usia 7 tahun anak memasuki tahap operasional konkret. Di mana kemampuan berpikir logis, memahami instruksi kompleks, dan memecahkan masalah pada anak mulai berkembang sehingga rata-rata anak pada usia ini cocok untuk mulai belajar digital art. Selain itu, keterampilan motorik halus dan koordinasi antara tangan dan mata pada anak juga sudah cukup matang untuk menggunakan perangkat digital. Anak pun sudah mulai memahami dan mengeksplorasi emosi mereka yang dapat mereka tunjukkan melalui digital art. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan anak yang memiliki tahap perkembangan lebih cepat dapat belajar digital art pada usia yang lebih muda.
Nah, memasuki rentang usia 10-13 tahun, anak memasuki fase perkembangan berpikir kritis dan kreatif sehingga mulai dapat mengembangkan art style dan ingin meningkatkan kemampuan mereka. Anak sudah mampu memahami teknik seni yang lebih kompleks, seperti anatomi, perspektif, dan komposisi yang dapat memperkuat keterampilan akademik.
Baca Juga: 8 Tips Anti Gagal Belajar Digital Art yang Bisa Kamu Coba
Selanjutnya, pada rentang usia 14–18 tahun, fokus anak bergeser pada penyempurnaan keterampilan dan membangun portofolio. Anak remaja mulai mengasah kemampuan teknis, mencoba berbagai gaya seni, dan mulai memikirkan jalur karier maupun jenjang pendidikan tinggi di bidang seni.
Pastinya, sebelum anak memulai digital art, anak tetap harus diajarkan fundamental seni dan belajar menggambar secara tradisional terlebih dahulu agar nantinya mampu menghasilkan karya digital yang tampak hidup. Nah, buat yang mau belajar gambar tradisional ataupun digital art, semua bisa dipelajari di Brush Studio! Segera booking dengan klik tombol WhatsApp dan dapatkan Free Trial Class! Let’s illustrate!
Redaksi: Tim Brush Studio
Sumber: