Brushers, apakah kamu salah satu remaja yang tertarik masuk jurusan DKV, animasi, atau multimedia? Kamu mungkin berpikir kalau belajar digital painting itu mahal. Apalagi kalau lihat content creator atau illustrator pakai tablet canggih dan setup yang kelihatannya mahal banget. Tapi benar enggak, sih, kalau belajar digital painting itu mahal? Melalui artikel ini, Brush Studio akan memberikan jawabannya!
A. Digital Painting Ternyata Lebih Hemat dalam Jangka PanjangMeskipun membutuhkan modal awal berupa perangkat keras, belajar digital painting sebenarnya terbilang jauh lebih terjangkau, lho!
Tablet grafis tanpa layar (Pen tablet) adalah pilihan paling terjangkau dan ramah kantong buat pemula. Dengan kisaran harga mulai dari Rp300.000-an saja, kamu sudah bisa menghubungkan pen tablet dengan laptop atau komputer dan semua hal yang kamu gambar di tablet akan muncul di monitor, deh! Selain itu, graphic tablet juga memiliki beberapa pilihan ukuran yang cocok untuk remaja dengan stylus pen yang biasanya akan langsung kamu peroleh secara cuma-cuma.
Dalam traditional painting, kamu perlu membeli cat, kuas, kanvas, dan kertas secara terus-menerus, tapi dalam digital painting, kamu cukup membeli perangkat sekali saja dan bisa kamu gunakan selama bertahun-tahun. Apalagi, digital painting akan memberimu akses ke banyak fitur dan berbagai jenis layer secara gratis. Salah pencet? Tinggal Undo, tanpa drama kanvas kotor, rusak, atau kertas robek!

Kalau kamu cuma punya sedikit space di rumah atau kamarmu, rasanya pasti bingung ingin menyimpan karyamu di mana lagi. Tapi dengan digital painting, semua hasil karyamu akan tersimpan dalam drive atau cloud storage yang lebih aman dan minim perawatan. Kamu enggak perlu takut portofoliomu rusak atau memudar seiring berjalannya waktu. Kamu pun bisa lebih mudah membagikan karya-karyamu di media sosial hanya dengan sekali klik.
Nah, untuk “kanvas” virtualnya, ada banyak pilihan software profesional yang bisa kamu gunakan, baik secara gratis maupun berlangganan dengan biaya terjangkau. Untuk aplikasi gratis, kamu bisa menggunakan Krita, Medibang Paint, dan Fire Alpaca sebagai permulaan. Kalau kamu merasa sudah cukup percaya diri dengan skill digital painting-mu, kamu bisa beralih ke software berlangganan seperti Photoshop dan Clip Studio Paint yang biaya berlangganannya berkisar Rp60.000 hingga Rp150.000 per bulan.
1. Mulai dengan Apa yang Kamu MilikiCukup dengan menggunakan ponsel atau laptop lamamu, kamu sudah bisa mengunduh software gratis seperti Krita atau Medibang Paint, lalu cobalah menggambar objek sederhana menggunakan jari atau mouse untuk membiasakan diri dengan interface-nya.
Kalau kamu sudah merasa familiar dengan tools yang ada dan menikmati prosesnya, cobalah membeli pen tablet dengan harga yang sesuai dompetmu. Rasakan perbedaannya saat menggambar menggunakan pen yang memiliki sensitivitas tekanan sampai kamu merasa terbiasa.

Sekarang ini kamu bisa mengakses ribuan tutorial digital art gratis di internet untuk mempelajari teknik-teknik dasar, mulai dari shading, anatomi, hingga color theory, dengan mudah dan cepat tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
Nah, kalau sudah mencoba belajar digital art secara otodidak dan merasa skill-mu nge-stuck, enggak ada salahnya untuk belajar dengan lebih terarah lewat kelas Digital Painting di Brush Studio. Di Brush Studio, sudah tersedia fasilitas digital painting lengkap dengan software premium. Jadi, kamu bisa fokus belajar tanpa harus khawatir soal device, deh!
Apalagi, khusus buat kamu remaja SMP yang baru lulus dan sedang mempersiapkan diri masuk sekolah kejuruan kreatif, kamu bisa langsung ikut program Graduation Break Art Intensive pada bulan Mei-Juni 2026.
Buruan daftar dengan klik WhatsApp sekarang sebelum kehabisan kuota! Karena belajar digital painting enggak jadi mahal kalau dimulai dengan cara yang tepat!
Redaksi: Tim Brush Studio
Sumber: